Yakolina Kwalik Ditunjuk Pimpin Yahamak, Perkuat Somasi ke PT Freeport
Rapat pergantian pengurus Yahamak (Hubertus Gobay-Suara Papua)
JAYAPURA — Dalam sebuah pertemuan di kota Jayapura, Papua, Rabu (22/4/2026), Yayasan Hak Asasi Manusia Anti Kekerasan (Yahamak) resmi menunjuk Yakolina Kwalik sebagai direktur baru menggantikan mama Yosepha Alomang.
Penunjukan ini menandai peralihan penuh tanggung jawab organisasi kepada Yakolina Kwalik, mulai dari pengelolaan program, koordinasi kegiatan, hingga administrasi yayasan.
Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari strategi lanjutan Yahamak dalam menindaklanjuti somasi yang sebelumnya dilayangkan mama Yosepha Alomang kepada PT Freeport Indonesia. Somasi itu berkaitan dengan sejumlah janji bantuan perusahaan yang hingga kini belum direalisasikan.
Anggota DPRP Papua Tengah, Yohanes Kemong, yang turut hadir dalam pertemuan itu, mengatakan, perubahan kepemimpinan diharapkan mampu mempercepat komunikasi dan koordinasi antara yayasan dan pihak perusahaan.
“Dengan adanya direktur baru, saya harap agar seluruh proses komunikasi dengan mitra, termasuk PT Freeport Indonesia, dapat berjalan lebih efektif dan menghasilkan tindak lanjut yang jelas,” kata Yohanes.
Kemong menyebut, meski komunikasi telah dilakukan sebelumnya, pihak PT Freeport Indonesia belum juga memberikan respons resmi terkait tuntutan yang diajukan.
Karena itu, pertemuan ini sekaligus menjadi upaya mediasi untuk menjembatani kedua pihak. Hasilnya akan disampaikan kembali ke PT Freeport sebagai dasar untuk mendorong respons konkret.
“Kami berharap tidak ada lagi penundaan dan ada langkah nyata dari perusahaan terhadap tuntutan yang sudah disampaikan,” ujar Kemong.
Tindak Lanjut Somasi
Kuasa hukum mama Yosepha Alomang, Aloysius Renwarin, menegaskan, seluruh tuntutan akan kembali diajukan secara resmi melalui direktur baru Yahamak.
Menurutnya, pertemuan ini harus menjadi titik awal untuk langkah yang lebih konkret, bukan sekadar pertemuan formal.
“Kami ingin ada kepastian dan tanggung jawab dari PT Freeport. Proses ini tidak boleh berlarut-larut,” tegas Renwarin.
Aloysius menambahkan, kondisi kesehatan mama Yosepha Alomang menjadi perhatian penting yang perlu segera ditindaklanjuti.
Yahamak bersama tim hukum memastikan akan terus mengawal proses ini, sembari mendorong agar hasil pertemuan segera ditindaklanjuti demi keberlanjutan program yayasan dan pemenuhan hak-hak yang diperjuangkan. (CR SP/Suarapapua)